Jumat, 04 Mei 2012

OSN Astronomi (Latihan Soal)

LATIHAN SOAL 2009
(pelatihan OA 2009)


LINGKARILAH JAWABAN YANG TEPAT

1. Matahari menjadi pusat Tata Surya karena
a.    Memancarkan cahaya
b.    Diameternya sangat besar
c.    Temperaturnya tinggi
d.    Massanya besar

2. Matahari di Tata Surya menempati
a.    Titik pusat Lintasan Bumi
b.    Titik pusat lintasan planet-planet
c.    Titik pusat lintasan Bulan
d.    Titik api lintasan planet

3. Posisi terdekat planet ke Matahari disebut
a.    Aphelion
b.    Perihelion  
c.    Apogee
d.    Perigee

4. Siapa yang merumuskan Hukum Peredaran Planet secara matematis pada abad 17 yang berasal dari Jerman ?
a.    Galileo
b.    Einstein
c.    Ptolemeus
d.    Kepler      

5. Planet yang dijuluki Planet Bertelinga oleh Galileo adalah
a.    Jupiter
b.    Pluto
c.    Saturnus  
d.    Neptunus

6. Apa bentuk lintasan planet ?
a.    Lingkaran
b.    Ellips      
c.    Hiperbola
d.    Parabola

7. Planet terbesar di Tata Surya adalah
a.    Jupiter  
b.    Saturnus
c.    Bumi
d.    Mars

8. Yang bukan tergolong planet Jovian adalah
a.    Jupiter
b.    Saturnus
c.    Uranus
d.    Venus      
9. Planet yang periode revolusinya sekitar 29,5 tahun adalah
a.    Mars
b.    Jupiter
c.    Saturnus  
d.    Pluto

10. Daerah Sabuk Asteroid ada di antara lintasan planet
a.    Mars – Bumi
b.    Jupiter – Saturnus
c.    Uranus – Neptunus
d.    Mars – Jupiter  

11. Wahana antariksa yang pernah ke Merkurius tahun 1973-1974 adalah
a.    Apollo
b.    Gemini
c.    Salyut
d.    Mariner 10  

12. Di Indonesia dikenal julukan Lintang Joko Belek untuk sebuah planet. Planet ini adalah
a.    Bumi
b.    Mars      
c.    Jupiter
d.    Saturnus

13. Komet cemerlang yang terakhir terlihat tahun 2002 yang ditemukan oleh pengamat dari China dan Jepang adalah
a.    Halley
b.    Ikeya – Seki
c.    Ikeya – Zhang  
d.    Kohoutek

14. Selimut gas dan debu yang menyelubungi inti komet disebut
a.    Coma      
b.    bola salju kotor
c.    kulit komet
d.    stalaktit

15. Di Indonesia, komet dikenal dengan sebutan
a.    Lintang Pari
b.    Lintang Gubuk Penceng
c.    Lintang Waluku
d.    Lintang Kemukus  

16. Gejala terbit – terbenamnya benda langit karena
a.    Gerak rotasi Bumi  
b.    Gerak revolusi Bumi
c.    Gerak semua planet mengedari Matahari
d.    Gerak nutasi

17. Gaya tarik Bumi sehari-hari disebut sebagai gaya
a.    Magnet
b.    Sentrifugal
c.    Sentripetal
d.    Berat      

18. Gaya pasang surut di Bumi didominasi oleh
a.    Matahari
b.    Bulan      
c.    Planet-planet
d.    Komet

19. Gerhana Matahari terjadi pada saat
a.    Bulan Mati  
b.    Bulan Purnama
c.    Bulan kuartir pertama
d.    Bulan Sabit

20. Bayang-bayang Bulan yang gelap disebut
a.    Umbra  
b.    Penumbra
c.    Bayangan hitam
d.    Lingkaran gelap

MS. POWER POINT

MS. POWER POINT

Microsoft Power Point merupakan salah satu aplikasi milik Microsoft, disamping Microsoft Word dan Microsoft Excel yang telah banyak kenal. Ketiga aplikasi ini lazim disebut Microsoft Office. Pada dasarnya, aplikasi Microsoft Power Point berfungsi untuk membantu user dalam menyajikan presentasi. Aplikasi ini menyediakan fasilitas Slide untuk dapat menampung pokok-pokok pembicaraan point-point yang akan disampaikan pada Audience.
Dengan fasilitas, Animation, suatu slide dapat dimodifikasi dengan menarik. Begitu juga dengan adanya fasilitas: Font Picture, Sound dan Effect dapat dipakai untuk membuat suatu slide yang lebih bagus. Bila keadaan ini dapat disajikan, maka para pendengar dapat kita tarik perhatiannya untuk menerima apa yang ingin kita sampaikan.
Setiap lembar tayangan berisi materi disebut Slide. Agar slide yang sedang dibangun dapat menarik, tujuan kita dalam menyampaikan suatu topik dapat tercapai, dan dapat dimengerti oleh audience dengan efektif, sebaiknya buat terlebih dahulu point bahasan yang perlu dicantumkan pada slide secara garis besar, dan diikuti sub point dari masing-masing point yang ada dan lengkapi dengan gambar, karikatur pada slide yang dimaksud. Berilah bullet, font, dan color yang menyolok pada point yang paling utama agar menjadi pusat perhatian.

PEMAHAMAN TOOLBAR
Toolbar merupakan salah satu bagian yang paling penting dari Power Point. Fungsi utama Toolbar adalah mempercepat akses kesejumlah perintah yang sering dipakai. Untuk menggunakan Toolbar, klik salah satu icon yang mewakili perintah yang Anda inginkan. Bila icon tampak tertekan ke dalam, berarti ia sedang diaktifkan. Untuk menonaktifkannya, Anda tinggal menekan icon tersebut sekali lagi.
Untuk mengaktifkan masing-masing Toolbar, gunakan Menu View, Toolbar, kemudian tandai nama Toolbar yang ingin ditampilkan, sehingga muncul tanda cek didepan nama jenis toolbar.
PENGGUNAAN MENU
Pada kondisi Default, Menu Bar Power Point terdiri dari sembilan kelompok menu. Mulai dari File di ujung kiri sampai Help di ujung kanan. Untuk mengakses perintah pada salah satu menu, cukup klik nama perintah yang diinginkan. Pada layar akan muncul kotak dialog yang berhubungan dengan perintah tersebut
 MEMULAI POWER POINT
Untuk memulai Power Point ada beberapa tahap yang harus dilakukan, yaitu:

1. Buka Start Menu, dan pilih Programs, Microsoft Power Point (Lihat gambar 3). Setelah itu akan muncul kotak dialog Power Point, yang mana nantinya akan diberikan 4 pilihan, dan kita dapat memilih salah satu options tersebut: Auto Content Wizard, Template, Blank Presentation, atau Open Existing Presentation.
2. Setelah kita pilih salah satu, klik OK atau tekan Enter. Selanjutnya, akan muncul layar New Slide dan tentukan AutoLayout yang kita inginkan.
3. Pilih OK atau tekan Enter.

TAMPILAN JENDELA POWER POINT
Setelah kita melakukan kesemua hal di atas, kita akan melihat layar Power Point dan mulailah untuk membuat Presentasi yang kita inginkan.

Keterangan:
Kotak Placeholder, untuk meletakkan aneka objek presentasi.

Kotak dialog, kotak yang muncul pada layar bila kita mengaktifkan salah satu menu.
Kita bisa mengatur berbagai pilihan yang tersedia di dalamnya.

Status Bar, pada bagian ini ditemukan dua indikator.
Dari kiri kekanan adalah indikator tampilan slide, dan indikator template.

Menu Bar, disebut juga dengan Pull Down Menu. Bila kita mengklik salah satu menu maka akan terbuka sekelompok menu lain yang berhubungan dengannya.

Scrool Box, yaitu vertikal sisi kanan layar dan horizontal di sisi bawah layar.

Toolbar, seperangkat icon yang berfungsi untuk menggantikan perintah-perintah yang terdapat pada menu Bar.


MENYIMPAN DAN MENUTUP POWERPOINT
Menyimpan Presentasi
Saat pertama kali menyimpan presentasi, gunakan menu File, Save As. Aplikasi akan menampilkan kotak dialog Save As. Ketikkan nama file yang kita inginkan pada bagian File Name.
Ketikkan nama file yang kita inginkan pada bagian File Name. Pilih atau ubah drive penyimpanan pada Menu Save in. Klik OK untuk mengakhiri penyimpanan.
Menutup Presentasi
Setelah selesai bekerja dengan sebuah presentasi dan menyimpannya, Kita tentu ingin menutup presentasi tersebut. Gunakan menu File, Close atau mengklik tombol bergambar   pada sudut kanan atas jendela.

MEMBUKA PRESENTASI

Saat PowerPoint dijalankan, kotak dialog PowerPoint akan muncul pada layar. Ada empat pilihan pada kotak dialog ini, meliputi Template, Blank Presentation, AutoContent Wizard, dan Open Existing Presentation.
Tampilan kotak dialog pada gambar 6 di atas digantikan dengan penggunaan TaskPane pada versi PowerPoint yang lebih tinggi.
Bila kita ingin memakai file-file presentasi yang sudah disediakan oleh PowerPoint, pilih Template. Bila ingin membuat presentasi dari halaman "kosong" tanpa warna atau style, pilih Blank Presentation. Sementara bila kita membutuhkan panduan tahap demi tahap selama pembuatan, pilihlah AutoContent Wizard.

Pilihan Autocontent Wizard
Bila kita memilih ini, pada layar akan muncul secara berurutan enam buah kotak dialog dengan berbagai pilihan dan kotak isian di dalamnya, beserta langkah sistematisnya. Selanjutnya tinggal memilih wizard yang sesuai dengan kebutuhan presentasi yang sedang disiapkan
Pilihan Template
Bila kita menggunakan ini untuk membuat presentasi baru, kita tinggal mengklik ganda salah satu icon template yang tersedia pada kotak dailog New Presentation. Ada empat kelompok template, yaitu:
· General berisi presentasi kosong.
· Presentation Design berisi lebih dari 20 design template profesional
· Presentations berisi template presentasi yang siap diatur dan memiliki tema khusus.
· Web Pages berisi template presentasi untuk keperluan publikasi dalam Internet.
Untuk memilih Template, klik menu Format, Apply Design Template.
Pilihan Blank Presentation
Bila kita memilih ini, pada kotak dialog PowerPoint akan muncul kotak dialog New Slide. Kita bisa memilih salah satu tata letak presentasi yang tersedia.
Tata letak slide dapat diubah setiap saat, caranya klik menu Format, Slide Layout atau dengan menekan tombol Slide Layout pada status bar. Setelah slide dibuat, kita bisa menyisip slide baru dengan mengklik menu Insert, New Slide atau dengan mengklik tombol New Slide pada Toolbar standard.
Pilihan Open An Existing Presentation 
Selain membuat presentasi baru, kita juga bisa membuka file-file yang telah dibuat sebelumnya yang tersimpan pada Harddisk dan Disket. Pada layar akan muncul kotak dialog Open. Kita bisa mencari file presentasinya.

BEKERJA DENGAN TEKS

Mengetikkan Teks 
Untuk mengisikan teks kedalam slide, kita cukup mengganti teks contoh (Clik to Add) yang berada pada kotak-kotak placeholder. Pada saat kita mengklik kotak placeholder, sebuah bingkai akan muncul mengelilinginya. Ini menandakan kotak tersebut telah dipilih dan siap untuk diisi teks. Pada saat yang sama teks contoh akan lenyap, ketikkan teks yang akan ditampilkan pada kotak tersebut. Setelah teks diketikkan, klik ruang kosong diluar bingkai untuk kembali ketampilan semula. Atau bisa juga dengan mengklik tombol Text Box pada Toolbar Drawing untuk menyisipkan kotak teks. Mulailah mengetikkan teks yang kita inginkan.
MEMFORMAT TEKS
Perataan Teks
Didalam slide PowerPoint, pengertian perataan teks adalah posisi teks pada kotak Placeholder. Rata pada pinggir kirikah, rata pinggir kanankah, dan seterusnya. Format semacam ini diperlukan untuk teks-teks tertentu misalnya judul document memakai teks yang berada diposisi tengah. 
Untuk mengatur perataan teks ikuti langkah-langkah sebagai berikut: 
1. Pilih teks yang akan diatur perataannya, lalu klik menu Format, Alignment.
2. Pada menu yang tampil, klik salah satu pilihan. Left berarti rata kiri, Right berarti rata kanan, Centered berarti rata tengah, dan Justify berarti rata kedua sisi.

Format Huruf
Pilih teks yang akan diubah format hurufnya, lalu klik menu Format, Font. Langkah selanjutnya, kita atur pilihan-pilihan yang disediakan kotak dialog Font.
Dapat juga kita mengatur format huruf dengan menggunakan tombol-tombol pada toolbar Formatting.
Jarak Baris dan Paragraf
Jarak baris merupakan jarak antara suatu baris teks diatas serta di bawahnya. Di sini kita bebas mengatur jarak baris secara bebas. Jarak Paragraf merupakan jarak antara suatu paragraf dengan paragraf di bawah dan di atasnya.
Untuk menentukan jarak baris dan paragraf dapat kita lakukan dengan memilih teks atau paragraf yang akan diubah, kemudian klik Format, Line Spacing. Klik tanda panah pada kotak Line Spacing, Before paragraf dan After paragraf. Atau bisa juga dengan mengetikkan langsung pada kotak tersebut untuk mengubah jarak baris / paragraf keukuran yang diinginkan.
Bullet
Adalah suatu peneomoran dengan menggunakan bentuk-bentuk geometris seperti lingkaran, bujur sangkar, garis, panah, dan lain-lain. Untuk memformat Bullet, pilih teks yang akan diberi bullet, lalu klik menu Format, Bullet.
Kotak dialog akan muncul dilayar. Pada kotak Bullets From, pilih jenis huruf yang ingin dipakai sebagai bullet. Kita juga bisa memilih warna dari kotak Color. Dan untuk mengubah ukuran bullet, atur kotak Size.
Teks Efek Khusus
Beberapa bagian slide membutuhkan penanganan khusus. Agar lebih menarik perhatian, format huruf dekoratif bisa dipakai untuk menulis teks. PowerPoint menyediakan fasilitas WordArt untuk hal ini. Untuk mengaktifkannya, klik menu View, Toolbars, WordArt. Toolbar WordArt akan tampil dilayar.
Untuk menyisipkan teks, klik tombol Insert WordArt. Kotak dialog akan muncul dilayar. Pilih salah satu efek yang diinginkan, lalu klik OK.
MENYISIPKAN GAMBAR DAN FOTO
Membuat Gambar 
Untuk mulai menggambar, klik menu View, Slide dan klik menu View, Toolbars, Drawing Toolbars. PowerPoint telah menyediakan fasilitas pembuatan gambar, caranya klik tombol AutoShapes pada Toolbar Drawing.
Ada enam pilihan bangun, yaitu; Lines (macam-macam garis), Basic Shapes (bangun sederhana), Block Arrows (macam-macam panah), Flowchart (simbol-simbol diagram alir), Stars and Banners (bintang dan banner), dan Callouts (kotak keterangan gambar). Arahkan pointer kemasing-masing pilihan untuk melihat isinya.
Mengatur Posisi Objek Pada Slide
Kita bisa menggunakan fasilitas ini dengan mengklik tombol Draw, Align or Distribute (Bila menu ini nonaktif, klik pilihan Relative to Slide untuk mengaktifkannya). Klik tombol yang sesuai dengan keinginan kita.
Menyisipkan Foto
Kita dapat langsung menyisipkan foto kedalam slide, caranya: tempatkan pointer mouse kebagian document yang ingin disisipi, kemudian klik menu Insert, Picture, From File.
 Menyisipkan Media Audio Visual
Media audio visiual seperti movie, sound, lagu, animasi dan atau suara yang langsung bila hardware komputer yang tersedia memungkinkan. Langkah penyisipan melalui tandar toolbar Insert sebagai berikut
Selain objek penyisipan tersebut di atas, masih terdapat banyak objek lain yang dapat disisipkan dalam slide PowerPoint seperti terlihat pada pilihan menu Insert gambar 21. Objek lain yang dapat disisipkan diantaranya adalah, Organisation Chart, Tabel, Diagram, Chart dan sebagainya.
Sisipan dokumen lain dapat dilakukan pula dari Ms Word dan atau Ms Exel melalui menu Insert, Object dan klik pilihan objek sumber lain yang diinginkan.

 

PENUTUP

Menjalankan Presentasi 
Saat menjalankan presentasi pada layar komputer (on-screen), seluruh layar akan digunakan dan komponen-komponen layar seperti toolbar, menu, dan lain-lain akan hilang dari layar. Cara menjalankan presentasi ini cukup sederhana, buka presentasi yang akan dijalankan, lalu klik menu View, Slide Show atau menu Slide Show, View Show. Bisa juga digunakan KeyStroke F5, tapi perlu diingat bahwa cara ini akan selalu membawa kita pada presentasi yang dimulai dari slide pertama.
Selanjutnya untuk menuju slide-slide yang lain kita bisa menggunakan salah satu: enter, panah, tuts N (next) dan tust P (previous) pada keybord. Bisa juga menggunakan klik kiri pada mouse dan atau scroll maju (untuk next) dan mundur (untuk previous).
Untuk menuju halaman tertentu, klik kanan mouse sehingga muncul dialog box pada Gambar 22, klik Go, By Title dan pilih slide yang akan dituju sesuai dengan titlenya.

Memilih Media Presentasi dan Mencetak Presentasi
Memilih Media Media presentasi adalah bahan atau alat yang dipakai untuk menyajikan presentasi. Untuk memilih media presentasi, klik menu File, Page Setup. Kotak dialog akan muncul, isikan sesuai yang kita inginkan.
Mencetak Presentasi
Kita dapat mencetak komponen-komponen presentasi mulai dari slide, notes pages, handout, sampai outline. Untuk mencetak salah satu komponen, klik menu File, Print. Kotak dialog akan muncul di layar. Pada bagian Print What, pilih komponen yang akan dicetak.
Jenis cetak yang dibuat seharusnya disesuaikan dengan kebutuhan yang ada. Sebagai contoh bila dipilih Print what Handouts, Color Grayscale, Slides per pages 4 maka akan kita peroleh printout dengan bentuk satu lembar berisi 4 slide dengan warna gambar backgraound abu-abu dan text hitam.

PENGANALAN GRAFIS BERBASIS VEKTOR DAN BERBASIS BITMAP

PENGANALAN GRAFIS BERBASIS VEKTOR DAN BERBASIS BITMAP

Pengenalan Grafis Berbasis Vektor dan Berbasis Bitmap 

Pada pembuatan media Informasi digital seperti halnya website, eksistensi grafis sudah menjadi suatu kebutuhan. Bahkan, sudah menjadi hal yang konvensional jika suatu website hanya terdapat grafis tanpa adanya animasi, baik animasi berbasis grafis maupun berbasis suara. Tidak dapat di pungkiri lagi, grafis yang menjadi tolak ukur kualitas suatu program aplikasi atau website. Hal tersebut menimbulkan perang urat syaraf antar produsen software, terutama perusahaan yang bergerak dalam bidang design grafis, sehingga bermunculan software-software berbasis grafis dengan fitur-fitur (fasilitas) yang canggih, mudah dalam pengoperasian, menarik, dan compatible.
A. Pengertian Grafis Berbasis Vektor dan Grafis Berbasis Bitmap
Grafis adalah gambar yang tersusun dari koordinat-koordinat. Dengan demikian sumber gambar yang muncul pada layar monitor komputer terdiri atas titik-titik yang mempunyai nilai koordinat. Layar Monitor berfungsi sebgai sumbu koordinat x dan y.

Pada desain grafis, desain dibagi menjadi 2 kelompok yakni desain bitmap dan vektor. Grafis desain bitmap dibentuk dengan raster/pixel/dot/titik/point koordinat. Semakin banyak jumlah titik yang membentuk suatu grafis bitmap berarti semakin tinggi tingkat kerapatannya. Hal ini menyebabkan semakin halus citra grafis, tetapi kapasitas filenya semakin besar.

Ketajaman warna dan detail gambar pada tampilan bitmap bergantung pada banyaknya pixel warna atau resolusi yang membentuk gambar tersebut. Hal ini berkaitan erat dengan kemampuan monitor dan VGA ( Video Graphic Adapter ) yang digunakan. Jika gambar tampilan bitmap berresolusi tinggi di tampilkan pada monitor yang berresolusi rendah akan mengakibatkan gambar terlihat kasar , bahkan terlihat kabur berbentuk kotak-kotak ( juggy ) jika dilakukan pembesaran gambar. Satuan untuk ukuran grafis jenis bitmap ini adalah dpi ( dot per inch ) yang berarti banyaknya titik dalam satu inci. Untuk lebih memahami grafis jenis bitmap .

Beberapa grafis bitmap dapat Anda temui di file komputer, yakni file komputer yang berekstensi : .bmp, .jpg, .tif, .gif, dan .pcx. Grafis ini biasa digunakan untuk kepentingan foto-foto digital.

Program aplikasi grafis yang berbasis bitmap, antara lain : Adobe Photoshop, Corel Photopaint, Microsoft Photo Editor dan Macromedia Fireworks. Semua program tersebut menawarkan kemudahan dan kelengkapan fiturnya.

Selain grafis jenis bitmap, ada grafis jenis vektor yang merupakan perkembangan dari sistem grafis bitmap (digital). Grafis ini tidak tergantung pada banyaknya pixel penyusunnya dan kondisi monitor karena tampilan vektor tersusun atas garis-garis. Tampilan akan terlihat jelas meskipun dilakukan pembesaran (zooming).

Penggunaan titik-titik koordinat dan rumus-rumus tertentu dapat menciptakan bermacam-macam bentuk grafis, seperti lingkaran, segitiga, bujur sangkar dan poligon. Dengan demikian , pemakaian grafis vektor akan lebih irit dari segi volume file, tetapi dari segi pemakaian prosessor akan memakan banyak memori.

Program aplikasi grafis yang berbasis vektor antara lain : CorelDraw , Macromedia Free hand, Adobe Illustrator dan Micrografx Designer.


Perbedaan Grafis Vektor dan Grafis Bitmap
Vektor    Bitmap
1. Gambar tetap jelas ketika di perbesar    1. Gambar kurang jelas ketika di perbesar
2. Tersusun oleh garis dan kurva    2. Tersusun atas titik-titik/dot
3. Ukuran File yang dihasilkan kecil    3. Ukuran File yang dihasilkan besar
4. Kualitas grafis tidak bergantung dari banyaknya pixel    4. Kualitas grafis bergantung dari banyaknya pixel

MACROMEDIA

MACROMEDIA


MENGENAL MACROMEDIA FLASH 8
A.  Cara Membuka
Untuk membuka program Macromedia Flash 8 Anda dapat melakukan cara berikut:
  • Pilih Start > Program > Macromedia > Flash 8
Atau
  • Pilih Ikon Flash 8   pada dekstop (Layar monitor).
Beberapa saat akan muncul jendela dialog seperti berikut.







Pilih Create New > Flash Document untuk memulai membuat file baru.
Pilih Open a Recent New > Open untuk membuka file flash.

B. Mengenal Jendela Kerja
1.    Mengenal Menu Dasar
Berikut merupakan tampilan standar jendela kerja Flash 8, saat Anda memulai membuat file baru.







Jendela kerja Flash 8 terdiri atas :
  • Menubar
Berisi kumpulan menu atau perintah-perintah yang digunakan dalam Flash 8.
•    Toolbar
Toolbar            merupakan      panel   berisi    berbagai          macam            tool.     Tool-tool          tersebut dikelompokkan   menjadi   empat   kelompok:          Tools;   berisi   tombol-tombol   untuk membuat  dan  mengedit  gambar,  View;  untuk  mengatur  tampilan  lembar  kerja, Colors; menentukan warna yang dipakai saat mengedit, Option; alat bantu lain untuk mengedit gambar.
berlanjut….
Tool
Nama
Fungsi
Shortcut


Selection Tool 

Memilih dan memindahkan objek
V


Subselection Tool
Mengubah bentuk objek dengan edit points
A


Free Transform Tool
Mengubah ukuran atau memutar bentuk objek sesuai keinginan
Q


Gradient Transform Tool
Mengubah warna gradasi
F


Line Tool
Membuat garis
N


Lasso Tool
Menyeleksi bagian objek yang akan diedit
L


Pen Tool
Membuat bentuk objek secara bebas berupa dengan titik-titik sebagai penghubung
P


Text Tool
Membuat teks (kata atau kalimat)
T


Oval Tool
Membuat objek elips atau lingkaran
O



Ractangle Tool
Membuat objek berbentuk segi empat atau segi banyak
R


Pencil Tool
Menggambar objek secara bebas
Y



Brush Tool
Menggambar objek secara bebas dengan ukuran ketebalan dan bentuk yang sudah disediakan
B


Ink Bottle Tool
Memberi warna garis tepi (outline)
S


Paint Bucket Tool
Memberi warna pada objek secara bebas
K


Eyedropper Tool
Mengambil contoh warna
I


Eraser Tool
Menghapus objek
E


Flash 8 is a powerful tool created by Macromedia that has overcome the best expectations of its creators.
Macromedia Flash was originally created in an effort to realize colorful animations for the web as well as to create animated GIFs.
Designers, web professionals and amateurs have selected Flash 8 by many reasons. Further we will see why Flash 8 is interesting.

Why should I use FLASH 8?
 

The possibilities of Flash are extraordinary, each new version has outstripped the previous one, and the present Flash 8 is not an exception. Although its common usage is to create animations (during this tutorial we will see how easy it is) it has far more applications. They are so numerous that all web designers should learn how to use Flash.
Flash has been made up in order to fix the great lack in the Internet: that is, Dynamism. This dynamism does not imply only animations but rather interactive animations, which allow users to see the web as something attractive, not static (unlike most of the pages that are made by the use of the HTML language). With Flash we can easily and quickly create animations of all types.
It is easy to learn how to handle Flash, it has a friendly environment that invites us to sit down and spend hours making whatever our imagination suggests, but that is not sufficient to be preferred by professional designers. Then what is it?

From Flash MX 2004 to Flash 8
 

There are companies that improve their products just by the economic necessity. When it happens, users promptly notice this by the few improvements in the newer version. That is not the case of Flash 8, which continues considerably improving the new versions of its products following the Macromedia tradition.

If we thought that Flash 8 MX was already insuperable, do not miss the improvements that Flash 8 provides. These improvements consist in: easy handling, higher graphic potency and integration with programs of image edition, in having ability to import video, possibility to emulate your mobile devices video oriented, and for the begginers, the ActionScript wizard has come back. Let us analyze these advantages in more details:

Attractive Designs: Flash 8 allows the using of visual effects that will ease the creation of animations, presentations and forms more attractive and professional. Moreover, it supplies a new set of tools that will help you doing this easily and faster, such us filters and blend modes, added in this version.
Font Optimization: It also includes some readability options for small sized fonts, what makes our texts more comfortable to read. Also you can edit this optimization, allowing you to select the configuration preestablished for dynamic and static texts.
Consolidated Libraries: Now you can search any object existent in our movies faster, browsing our open libraries from a single panel.
More powerful animation: Flash 8 allows much more control of the interpolations setting a new edition mode form which you will edit the velocity the rotation, shape, color and movement are applied.
More powerful graphics: Avoid the unnecessary representation of vectorial objects setting an object as a bitmap. Although the object is converted to a bitmap, the vectorial data remains the same, so, in every moment, you can convert it again to a vectorial object.
Improvements in video importing: To ease the working with video formats, Flash 8 provides high-quality new independent codec, completely skinnable.
Metadata Compatibility: Include your SWF files in searching engines defining a title, description and/or keywords.
Mobile devices Emulator: Preview your Flash Lite compatible mobile devices movies oriented with the new emulator Flash 8 includes.
ActionScript Wizard: The ActionScript Wizard has come cack. Was deprecated in the last version, but now it has been retrieved and improved. Now ActionScript is at your reach

MAKET

MAKET


maket-11_resize
foto041_resize
Maket. Bagi yang berkecimpung di dunia desainer terutama arsitek tentunya sudah familier dengan kata satu ini.
Maket seperti judul di atas merupakan penyambung lidah dari desainer. Maket dapat berbicara seribu kata, sementara dalam waktu yang sama si arsitek baru berbicara satu kalimat saja.. (wow).
Keunggulan maket adalah daya interaktifnya. Pengamat dapat dengan mudah menggerakkan badannya untuk melihat angle yang berbeda dalam mengamati. Bila ia ingin mengamati sisi depan, maka bergeraklah ia ke depan. Bila ia ingin melihat bagian dalam, maka bergeraklah dia ke bagian dalam. Nginceng. Begitu istilahnya. Sistem interaktif maket pada dasarnya mengalahkan program 3D. Karena pengamat dapat dengan leluasa memilih bagian mana yang hendak ia lihat. Berbeda dengan program 3D yang membutuhkan operator sebagai bantuan. Berbeda pula dengan animasi 3D (film) yang view dan angle cameranya sudah di set oleh sang sutradara. (non-interaktif).
Pada prinsipnya maket dibagi menjadi 2. Maket studi, dan maket penyajian.
Maket studi dibuat ketika seorang desainer sedang mencari bentukan. Si desainer belum tahu bentukan bangunan final nanti seperti apa. Melalu maket studi, ia mencoba, mencoba dan mencoba lagi. Tujuannya hanya satu. Mendapatkan bentukan yang baik tanpa mengurangi kualitas penataan ruang di dalamnya. Bahasa maduranya “Trial and Error” alias coba-coba. Buat bentukan kotak, kok jelek ya? dipotong sedikit jadi segitiga. Lalu ditambahkan jendela kecil-kecil. Lho kurang match ya? Jendelanya dibesarkan lagi. Begitu seterusnya..
img_4739_resizeimg_4741_resizeimg_4730_resizeimg_4745_resizeimg_4748_resize
img_4747_resize
Foto-foto di atas adalah maket studi yang biasanya kami buat di kantor kami. Bahannya tidak mahal. Cuma karton biasa.
Mungkin lalu timbul pertanyaan di benak anda. Sekarang ini sudah jaman canggih. 3D sudah maju pesat. Lho kok kantor saya masih ‘jadul’ pakai jurus gunting dan lem?
Entah saya yang ‘old fashioned’ atau bagaimana.. Menurut saya, dalam desain bangunan yang kompleks (tidak sederhana), dimana kompleksitas desain sedemikian tinggi, saya wajib membuat maket studi…
Hal yang tidak tergantikan dari maket studi adalah “sense of space“nya sangat terasa. Skala manusia, skala mobil, skala megah… semuanya begitu terasa. Feel ini sangat dibutuhkan dalam membayangkan bangunan yang di desain. 3D komputer memang dapat melakukan hal serupa. Tapi karena tampilannya tetap 2D di layar monitor tetaplah merupakan kendala tersendiri.. Hal demikian yang menyebabkan kantor kami masih membuat “prakarya” hingga dewasa kini.
Pernah beberapa kali saya mengadakan rapat lintas tim. Tim Arsitektur, Tim Struktur, Tim Mekanikal Elektrikal saya kumpulkan untuk koordinasi rutin. Hal yang tidak saya sangka adalah rapat tersebut dapat membahas masalah hingga tuntas hanya dengan menghadapi maket!
Tinggal tunjuk posisi yang ingin diceritakan, lalu dikupas tuntas. Semua mengerti, tak ada detail yang tertinggal. Menceritakan air hujan, Tim Mekanikal tinggal bercerita sambil menunjukkan tangannya ke arah atap, tiang kolom yang dimaksud dan berbagai posisi lainnya. Tim Struktur mendapatkan gambaran desain secara global. Secara makro mereka sudah dapat memetakan titik-titik tertentu yang butuh perhatian khusus, terutama jarak yang mempunyai bentang lebar.
Hingga rapat tersebut selesai, LCD proyektor beserta laptop yang telah saya sediakan sama sekali tidak terpakai. Para tim yang hadir lebih menyukai membahas permasalahan mereka dengan menggunakan maket daripada LCD proyektor.
Pada hari itu, saya belajar banyak mengenai kegunaan maket dalam koordinasi antar tim.
MAKET JADI aka MAKET PEYAJIAN
Bila kita beranjak satu tingkat lebih tinggi, maka kita akan menjumpai MAKET FINAL.
Hanya sedikit orang yang berkecimpung dalam bidang ini. Selain sulit, mereka yang mengejakan setidaknya harus mempunyai background arsitektur. Mereka harus bisa membaca dan membuka file CAD. Harus mempunyai ketelatenan tinggi, kesabaran extra dan kuat lemburan!
Bisa dikatakan orang yang membuat maket penyajian adalah bentuk lain dari seniman. Seniman miniatur.
Saya sendiri bukanlah seorang seniman maket. Sampai saat ini, saya masih sering terpesona oleh rekan-rekan di bidang ini. Ketelatenan mereka, kerapian pekerjaan mereka, kesabaran mereka, dan kekuatan mereka untuk tidak tidur!
Bayangkan membuat sesuai dalam ukuran kecil. Untuk merekatkan saja harus pakai bantuan pinset. Tidak bisa pakai tangan karena terlalu besar. Lem biasanya dimasukkan ke dalam jarum suntik agar tidak jembret ketika bekerja.
Kemarin ketika koordinasi seputar pekerjaan yang kantor kami terima, salah satu dari tim maket kembali membuat saya bengong. (terpesona). Tiang-tiang bangunan yang kami desain bermotif ukir, dibuat oleh mereka! dan hasilnya sama persis. Wow.
Di bawah ini saya coba urutkan gambar mulai dari maket studi,  tiga dimensi rencana hingga maket jadi.
img_4741_resize
01 - Maket Studi
overview_resize
02 - Tiga Dimensi Komputer
foto041_resize1
03 - Maket Final (dalam proses)
Perhatikan desain tiang kami berikut ini. Lalu bandingkan dengan hasil “batik” dari tim maket. AMAZING!
kepala-kolom
Desain tiang dengan ornamennya
img_0173_resize
Ukiran dari tim maket - Pensil sebagai perbandingan skalanya. Lihat betapa kecilnya!
img_0171_resize
Model awal yang akan digunakan sebagai cetakan
img_0172_resize
Hasil cetakan tiang dengan ornamennya.Wow!
Luar biasa! cuma kata-kata itu yang terus lewat di kepala saya. Memang tidak semua orang bisa menjadi seniman seperti di atas. Seni dengan bidang yang unik. Menarik untuk diperhatikan dan diamati.
Masih ada beberapa lagi hal yang membuat saya kagum. Dinding yang kami desain mempunyai bentukan keluar-masuk. Tim maket membuatnya persis! Bahkan hingga ke pola lantainya.
Saya sampai geleng-geleng. Mungkin tinggal saya tambahkan boneka barbie dan Ken. Jadilah maket itu rumah mereka. Hehehehe.
Well, setidaknya tulisan ini saya tulis untuk mengungkapkan kekaguman saya kepada seniman di belakang layar. Seniman yang seringkali tidak terdengar dan di nomor duakan. Pengamat maket lebih sering menanyakan : “Siapa arsiteknya?” ketimbang “Siapa yang membuat maketnya?”.
Semoga melalui tulisan ini kita dapat melihat dan mulai menghargai jasa seniman miniatur ini. Seniman dalam bidang yang unik dan menarik.
Salam.
Erwin.

KRIYA

KRIYA

Seni kriya adalah cabang seni yang menekankan pada ketrampilan tangan yang tinggi dalam proses pengerjaannya. Seni kriya berasal dari kata “Kr” (bhs Sanskerta) yang berarti ‘mengerjakan’, dari akar kata tersebut kemudian menjadi karya, kriya dan kerja. Dalam arti khusus adalah mengerjakan sesuatu untuk menghasilkan benda atau obyek yang bernilai seni” (Prof. Dr. Timbul Haryono: 2002).
Dalam pergulatan mengenai asal muasal kriya Prof. Dr. Seodarso Sp dengan mengutif dari kamus, mengungkapkan “perkataan kriya memang belum lama dipakai dalam bahasa Indonesia; perkataan kriya  itu berasal dari bahasa Sansekerta yang dalam kamus Wojowasito diberi arti; pekerjaan; perbuatan, dan dari kamus Winter diartikan sebagai  ‘demel’ atau membuat”. (Prof. Dr. Soedarso Sp, dalam Asmudjo J. Irianto, 2000)
Sementara menurut Prof. Dr. I Made Bandem kata “kriya” dalam bahasa indonesia berarti pekerjaan (ketrampilan tangan). Di dalam bahasa Inggris disebut craft berarti energi atau kekuatan. Pada kenyataannya bahwa seni kriya sering dimaksudkan sebagai karya yang dihasilkan karena skill atau ketrampilan seseorang”. (Prof. Dr. I Made Bandem, 2002)
Dari tiga uraian ini dapat ditarik satu kata kunci yang dapat menjelaskan pengertian kriya adalah; kerja, pekerjaan, perbuatan, yang dalam hal ini bisa diartikan sebagai penciptaan karya seni yang didukung oleh ketrampilan (skill) yang tinggi.
Seperti telah disinggung diawal bahwa istilah kriya digali khasanah budaya Indonesia tepatnya dari budaya Jawa tinggi (budaya yang berkembang di dalam lingkup istana pada sistem kerajaan). Denis Lombard dalam bukunya Nusa Jawa: Silang budaya, menyatakan ‘istilah kriya yang diambil dari kryan menunjukkan pada hierarki strata pada masa kerajaan Majapahit, sebagai berikut; “Pertama-tama terdapat para mantri, atau pejabat tinggi serta para arya atau kaum bangsawan, lalu para kryan yang berstatus kesatriya dan para wali atau perwira, yang tampaknya juga merupakan semacam golongan bangsawan rendah’. (Denis Lombard dalam Prof. SP. Gustami, 2002)
Menyimak pendapat Prof. SP. Gustami yang menguraikan bahwa; seni kriya merupakan warisan seni budaya yang adi luhung, yang pada zaman kerajaan di Jawa mendapat tempat lebih tinggi dari kerajinan. Seni kriya dikonsumsi oleh kalangan bangsawan dan masyarakat elit sedangkan kerajinan didukung oleh masyarakat umum atau kawula alit, yakni masyarakat yang hidup di luar tembok keraton. Seni kriya dipandang sebagai seni yang unik dan berkualitas tinggi karena didukung oleh craftmanship yang tinggi, sedangkan kerajinan dipandang kasar dan terkesan tidak tuntas. Bedakan pembuatan keris dengan pisau baik proses, bahan, atau kemampuan pembuatnya.
Lebih lanjut Prof. SP. Gustami menjelaskan perbedaan antara kriya dan kerajinan dapat disimak pada keprofesiannya, kriya dimasa lalu yang berada dalam lingkungan istana untuk pembuatnya diberikan gelar Empu. Dalam perwujudannya sangat mementingkan nilai estetika dan kualitas skill. Sementara kerajinan yang tumbuh di luar lingkungan istana, si-pembuatnya disebut dengan Pandhe. Perwujudan benda-benda kerajinan hanya mengutamakan fungsi dan kegunaan yang diperuntukkan untuk mendukung kebutuhan praktis bagi masyarakat (rakyat). (Prof. SP. Gustami, 2002) Pengulangan dan minimnya pemikiran seni ataupun estetika adalah satu ciri penanda benda kerajinan.
Pemisahan yang berdasarkan strata atau kedudukan tersebut mencerminkan posisi dan eksistensi seni kriya di masa lalu. Seni kriya bukanlah karya yang dibuat dengan  intensitas rajin semata, di dalamnya terkandung nilai keindahan (estetika) dan juga kualitas skill yang tinggi. Sedangkan kerajinan tumbuh atas desakan kebutuhan praktis dengan mempergunakan bahan yang tersedia dan berdasarkan pengalaman kerja yang diperoleh dari kehidupan sehari-hari.
Kembali  ditegaskan oleh Prof. SP. Gustami: seni kriya adalah karya seni yang unik dan punya karakteristik di dalamnya terkandung muatan-muatan nilai estetik, simbolik, filosofis dan sekaligus fungsional oleh karena itu dalam perwujudannya didukung  craftmenship yang tinggi, akibatnya kehadiran seni kriya termasuk dalam kelompok seni-seni adiluhung (Prof. SP.Gustami, 1992:71).
Uraian tadi menyiratkan bahwa kriya merupakan cabang seni yang memiliki muatan estetik, simbolik dan filosofis sehingga menghadirkan karya-karya yang adiluhung dan munomental sepanjang jaman. Praktek kriya pada masa lalu dibedakan dari kerajinan, kriya berada dalam lingkup istana (kerajaan) pembuatnya diberi gelar Empu. Sedangkan kerajinan yang berakar dari kata “rajin” berada di luar lingkungan istana, dilakoni oleh rakyat jelata dan pembuatnya disebut pengerajin atau pandhe.
Dari beberapa pendapat yang telah dibahas sebelumnya menjelaskan bahwa wujud awal seni kriya lebih ditujukan sebagai seni pakai (terapan). Praktek seni kriya pada awalnya bertujuan untuk membuat barang-barang fungsional, baik ditujukan untuk kepentingan keagamaan (religius) atau kebutuhan praktis dalam kehidupan manusia seperti; perkakas rumah tangga. Contohnya dapat kita saksikan pada dari artefak-artefak berupa kapak dan perkakas pada jaman batu serta peninggalan-peninggalan dari bahan perunggu pada jaman logam berupa; nekara, moko, candrasa, kapak, bejana, hingga perhiasan seperti; gelang, kalung, cincin. Benda-benda tersebut dipakai sebagai perhiasan, prosesi upacara ritual adat (suku) serta kegiatan ritual yang bersifat kepercayaan seperti; penghormatan terhadap arwah nenek moyang.
Masuknya agama Hindu dan Budha memberikan perubahan tidak saja dalam hal kepercayaan, tetapi juga pada sistem sosial dalam masyarakat. Struktur pemerintahan kerajaan dan sistem kasta menimbulkan tingkatan status sosial dalam masyarakat. Masuknya pengaruh Hindu–Budha di Indonesia terjadi akibat asimilasi serta adaptasi kebudayaan Hindu-Budha India yang dibawa oleh para pedagang dan pendeta Hindu-Budha dari India dengan kebudayaan prasejarah di Indonesia. Kedua sistem keagamaan ini mengalami akulturasi dengan kepercayaan yang sudah ada sebelumnya di Indonesia yaitu pengkultusan terhadap arwah nenek moyang, dan kepercayaan terhadap spirit yang ada di alam sekitar. Kemudian kerap tumpang tindih dan bahkan terpadu ke dalam pemujaan-pemujaan sinkretisme Hindu-Budha Indonesia. (Claire Holt diterjemahkan oleh RM. Soedarsono, 2000)
Tumbuh dan berkembangnya kebudayan Hindu-Budha di Indonesia kemudian melahirkan kesenian berupa  seni ukir dengan beraneka ragam hias, dan patung perwujudan dewa-dewa. Dalam sistem sosial kemudian lahir sistem pemerintahan kerajaan yang berdasarkan kepada kepercayaan Hindu seperti kerajaan Sriwijaya di Sumatra, kerajaan Kutai di Kalimantan, kerajaan Tarumanagara di Jawa Barat, Mataram Kuno Jawa Tengah. Hingga kerajaan Majapahit di Jawa Timur dengan maha patih Gajah Mada yang tersohor, yang kemudian membawa pengaruh Hindu ke Bali. Seni ukir tradisional masih diwarisi hingga saat ini.
Peran seni kriyapun menjadi semakin berkembang tidak saja sebagai komponen dalam hal kepercayaan/agama, namun juga menjadi konsumsi golongan elit bangsawan yaitu sebagai penanda status kebangsawanan. Kondisi tersebut menjadikan kriya sebagai seni yang bersifat elitis karena menduduki posisi terhormat pada masanya, berbeda dengan kerajinan yang cenderung tumbuh pada kalangan masyarakat biasa atau golongan rendah.
Akan tetapi keadaannya berbeda pada masa modern, dimana tingkatan sosial seperti pada masa kerajaan yang disebut “kasta” sudah tidak lagi eksis. Kalaupun ada tingkatan sosial kini tidak lagi berdasarkan “kasta” atau kebangsawanan yang dimiliki oleh seseorang, akan tetapi kemapanan ekonomi kini menjadi penanda bagi status seseorang. Artinya tarap ekonomi yang dimiliki seseorang dapat membedakan posisi mereka dari orang lain, secara sederhana kekuasan sekarang ditentukan oleh kemampuan ekonomi yang dimiliki seseorang. Dalam sistem masyarakat modern kondisinya telah berubah kaum elit yang dulunya ditempati oleh kaum bangsawan (ningrat), sekarang digantikan kalangan konglomerat (pemilik modal). Kondisi ini membawa dampak bagi pada posisi kriya, karena kini kriya mulai kehilangan struktur sosial yang menopang eksistensinya seperti pada masa lalu.
Situasi ini menjadikan kriya tidak lagi menjadi seni yang spesial karena posisi terhormatnya di masa lalu kini sudah terancam tidak eksis lagi, kriya kini menjadi sebuah artefak warisan masa lalu. Terlebih lagi dalam industri budaya seperti sekarang kedudukan kriya kini tidak lebih sebagai obyek pasar, yang diproduksi secara masal dan diperjualbelikan demi kepentingan ekonomi. Kriya kini mengalami desakralisasi dari posisi yang terhormat di masa lalu, yang adiluhung merupakan artefak yang tetap dihormati namun sekaligus juga direduksi dan diproduksi secara terus-menerus.
Kehadiran kriya pada jenjang pendidikan adalah sebuah upaya mengangkat kriya dari hanya sebagai artefak, untuk menjadikannya sebagai seni yang masih bisa eksis dan terhormat sekaligus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan jaman. Inilah tugas berat insan kriya kini. Dalam perkembangan selanjutnya sejalan dengan perkembangan jaman, konsep kriyapun terus berkembang. Perubahan senantiasa menyertai setiap gerak laju perkembangan zaman, praktek seni kriya yang pada awalnya sarat dengan nilai fungsional, kini dalam prakteknya khususnya di akademis seni kriya mengalami pergeseran orientasi penciptaan. Kriya kini menjelma menjadi hanya pajangan semata dengan kata lain semata-mata seni untuk seni. Pergerakan ini kemudian melahirkan kategori-kategori dalam tubuh kriya, kategori tersebut antara lain kriya seni, dan desain kriya